Pada hari rabu tanggal 25 Juni 2014 Puskeswan Ampel
melaksanakan program kegiatan penanggulangan gangguan reproduksi di Desa Jelok, Kecamatan
Cepogo, Kabupaten Boyolali.
Dalam kegiatan tersebut ditemukan beberapa sapi
mengalami gangguan reproduksi berupa hipofungsi ovaria dan corpus luteum
persisten (CLP). Hipofungsi ovaria mengakibatkan ternak sulit bunting dikarenakan ternak tidak menunjukkan gejala birahi sehingga tidak bisa dikawinkan. Keadaan ini biasa ditemui pada sapi sapi yang memiliki BCS rendah akibat kekurangan nutrisi. Corpus Luteum persisten muncul akibat adanya gangguan pada rahim seperti endometritis atau metritis, infeksi pada rahim biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang masuk pada saat proses kelahiran atau pada saat inseminasi buatan maupun kawin alam.
Penanggulangan hipofungsi ovari dapat dilakukan
dengan cara memperbaiki jumlah dan kualitas pakan yang diberikan disertai
dengan pemberian obat cacing dan multivitamin. CLP dapat diobati dengan
pemberian preparat prostaglandin dan vitamin ADE.










